Diberdayakan oleh Blogger.

The Latest

Devil's Whisper, Aksi Luna Maya Bersama Aktor Internasional

ZonaKamu - Luna Maya, aktris terkenal Indonesia, membintangi film baru yang diprediksi akan menjadi fenomena. Kali ini bukan film drama, melainkan horor, dengan judul Devil's Whisper. Film horor yang disebut sekaliber Hollywood itu diproduksi oleh MD Pictures, salah satu rumah produksi di Indonesia.

Selain Luna Maya, film yang disutradarai oleh Adam Ripp ini juga menghadirkan beberapa aktor Hollywood. Beberapa di antaranya adalah Luca Oriel (Shameless), Tessie Santiago (Scandal), dan Marcos Farraez (Pacific Blue).

"Melalui film ini, saya membawa visi dan misi yang menjanjikan, yaitu menjadi jembatan dan membuka peluang bagi para sineas Indonesia agar bisa berkarya di taraf internasional di masa mendatang," kata Manoj Punjabi selaku CEO MD Corps dalam keterangan resmi yang diterima media.

'Devil's Whisper' telah menyelesaikan proses produksinya sekitar satu tahun yang lalu. Rencananya, film ini akan tayang 19 Oktober mendatang.

"Rencana dari lima tahun lalu, akhirnya bisa direalisasikan melalui 'Devil's Whisper'. Ini merupakan business model yang potensial untuk dikembangkan ke depannya," ucap Manoj.

Film ini bercerita tentang Alex yang masih berusia 15 tahun dan bercita-cita menjadi seorang pendeta. Suatu hari, ia menemukan sebuah kayu kecil dari lemari neneknya. Penemuan itu menjadi awal mula petaka yang dialami Alex.

Alex tidak sengaja membebaskan iblis kuno. Ini membuat satu per satu orang di sekitarnya tersiksa.

Hingga kini, 'Devil's Whisper' telah memenangkan sejumlah penghargaan. Beberapa di antaranya adalah 'Best Horror Feature' di Atlanta Underground Film Festival 2017, 'Best Supernatural Movie' di New Hope Film Festival 2017, serta 'Best Cinematography (Feature Film)', 'Viewer's Choice', 'Best Horror Feature', 'Best Overall Feature Film' di The International Horror Hotel 2017.

'Devil's Whisper' juga masuk nominasi untuk beragam kategori di Fantastic Horror Film Festival, San Diego 2017.

Didenda Rp 10 Triliun Pada Qualcomm, dan Pelajaran di Baliknya

ZonaKamu - Dalam bisnis, perusahaan mana pun ingin mendapatkan untung sebanyak-banyaknya, dan kalau bisa dengan modal sekecil-kecilnya. Karenanya, perusahaan-perusahaan tertentu kadang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan itu, salah satunya dengan cara monopoli.

Praktik monopoli dalam bisnis biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang menguasai jaringan atas bisnis tersebut.

Dalam hal ini, Qualcomm bisa dijadikan contoh. Qualcomm, pabrikan chip mobile, sedang terlibat sengketa dengan sejumlah pihak di berbagai negara, lantaran dicurigai memanfaatkan posisi dominan untuk mendulang untung sebanyak-banyaknya.

Pekan ini, Taiwan Fair Trade Commission (FTC) menjatuhkan denda senilar 23,4 miliar dollar Taiwan (Rp 10,5 triliun) kepada Qualcomm lantaran dipandang melanggar peraturan soal persaingan dagang (anti-trust).

Regulator Taiwan tersebut mengatakan Qualcomm melakukan pelanggaran selama setidaknya 7 tahun. Dalam masa tersebut, Qualcomm meraup biaya lisensi sebesar 400 miliar dollar Taiwan dari perusahaan-perusahaan lokal yang memakai teknologinya.

Qualcomm disebut mempraktekkan monopoli pasar dengan menguasai standar-standar penting dalam dunia telekomunikasi dan menolak memberikan produk ke klien yang tidak setuju dengan persyaratannya.

“Qualcomm memiliki sejumlah besar paten standard essential di segmen CDMA, WCDMA, dan LTE, serta merupakan pemasok dominan dari chip baseband untuk CDMA, WCDMA, LTE,” sebut Taiwan FTC.

“(Qualcomm) menyalahgunakan keuntungan posisinya di standar telekomunikasi mobile dengan tak mau melisensikan paten yang diperlukan,” imbuh Taiwan FTC, sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (12/10/2017).

Pihak Qualcomm menolak keputusan denda tersebut dan menyatakan bakal mengajukan banding. “Denda ini tidak ada hubungan rasionalnya dengan jumlah pendapatan ataupun aktivitas Qualcomm di Taiwan. Qualcomm akan mengajukan banding atas jumlah denda dan metode kalkulasinya,” ujar perusahaan asal San Diego itu.

Praktek bisnis Qualcomm yang menarik biaya lisensi besar atas teknologinya, menarik perhatian regulator di berbagai negara. Selain Taiwan, Qualcomm juga disidik di Korea Selatan, China, Jepang, dan Uni Eropa.

Pabrikan tersebut juga terlibat sengketa pembayaran lisensi dengan Apple yang memotong pembayaran senilai miliaran dollar AS ke Qualcomm, karena memandang harganya tak masuk akal.

Berdasarkan uraian tersebut, kita melihat bahwa perusahaan sebesar apa pun tidak bisa semena-mena karena merasa besar atau raksasa. Bagaimana pun, monopoli dalam bisnis adalah praktik terlarang, dan perusahaan mana pun yang melakukannya akan mendapat masalah. Mendapat untung besar, tapi juga terancam denda yang sama besar.

Kisah David Bond, Playboy yang Bikin Geger di Asia

ZonaKamu - Nama David Bond alias David Campbell akhir-akhir ini banyak disebut, lantaran ulahnya yang dianggap mengkhawatirkan sekaligus tak bermoral. Ia diberitakan sering menggoda dan mengajak tidur perempuan-perempuan Asia di beberapa negara seperti Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, dan Thailand.

Setelah itu, David Bond alias David Campbell mengunggah video aksinya terhadap perempuan-perempuan yang ia jumpai tersebut.

Laki-laki ini memang beberapa kali memublikasikan video panduan menggaet perempuan-perempuan Asia. Di dalamnya terlihat pula bagaimana ia dan para wanita berkontak fisik dan berinteraksi.

Pada Juli 2017, Bond dan seorang kawannya memilih Jakarta sebagai tujuan wisata selanjutnya. Dalam video berdurasi sekitar 14 menit, terlihat Bond dan kawannya berswafoto dengan sejumlah perempuan Indonesia yang baru mereka temui.

Bagi orang yang saling asing secara umum, berswafoto bareng adalah hal yang tidak lazim. Tentu saja ada pertimbangan atau strategi tertentu oleh pihak-pihak terlibat, sehingga mereka mau berfoto bersama. 

Dalam wawancara di Nextshark, Bond mengungkapkan identitasnya sebagai laki-laki kulit putih menjadi keunggulan tersendiri, yang gampang membuat perempuan Asia terpikat.

Perilaku Bond ini memicu beragam reaksi. Sebagian orang menyorotinya sebagai bentuk eksploitasi seksual terhadap perempuan-perempuan Asia. Sejak dua tahun silam, keresahan terhadap aksi-aksi Bond ini sudah menyeruak.

Evelyn Kim, dari New York, berinisiatif membuat sebuah petisi di Change.org untuk menuntut Bond menghentikan publikasi “penaklukan” perempuan-perempuan Asia di blognya. Petisi itu ditujukan kepada Wordpress, tempat Bond membagikan pengalaman dan panduan membuat para perempuan Asia jatuh hati dan mau ditiduri. 

“Campbell (Bond) menggunakan manipulasi emosi dan agresi fisik untuk melecehkan dan memaksa perempuan Asia untuk berhubungan seks dengannya. Campbell memasarkan dirinya dengan cara membuat film dan mengunggah dokumentasi eksploitasi seksual di Asia ke internet.

Ini dilakukan untuk mengajari laki-laki lain untuk melakukan hal serupa. Video-video ini sering direkam dan diunggah secara online demi keuntungan tanpa ada kesepakatan dari perempuan yang diambil gambarnya,” demikian cuplikan pesan dalam petisi yang dibuat Kim.

David Bond bukanlah laki-laki pertama yang menjadi sorotan lantaran aksi-aksinya menggaet perempuan Asia. Sebelumnya, ada Julien Blanc, laki-laki kelahiran Swiss yang terlibat dalam kelompok Real Social Dynamics, yang menyediakan jasa konsultasi kencan.

Kelompok itu sering menggelar seminar dan boot camp di pelbagai negara, dengan sasaran para laki-laki yang mencari tips dan trik untuk mendekati perempuan. Serupa Bond, Blanc tercatat melakukan perjalanan seminar ke pelbagai kota di dunia, untuk mengajarkan cara menggoda perempuan.

Dilansir Time, sebelum Blanc mengadakan seminar di Melbourne tiga tahun silam, pemerintah Australia mencabut visa laki-laki tersebut karena ada desakan dari petisi di Change.org.

Dalam petisi itu, Blanc mempromosikan kekerasan fisik dan emosi terhadap perempuan ketika berhubungan dengan mereka. Dalam artikel di Time tersebut, Blanc bahkan disebut sebagai laki-laki paling dibenci di dunia akibat perilaku misoginisnya.

Orang-orang seperti Bond dan Blanc dikenal sebagai pick-up artist. Berbekal keterampilan yang diasah melalui pengalaman-pengalaman mereka, pick-up artist akan lebih mudah membuat korbannya luluh dan melakukan tindakan yang mereka mau, di antaranya berhubungan badan.

 Memerangi Pornografi, Kominfo Menyiapkan Mesin Canggih

ZonaKamu - Kominfo tampaknya terus berusaha mati-matian dalam upaya memerangi pornografi di internet. Dari waktu ke waktu, upaya yang mereka lakukan terus bertambah, dari melibatkan manusia sampai melibatkan mesin. Baru-baru ini, Kominfo diberitakan telah menyiapkan mesin sensor yang canggih untuk memerangi situs-situs porno di internet.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Aptika) Semuel A Pangerapan mengatakan pengadaan mesin sensor bersistem crawling ditargetkan akan memblokir situs-situs porno yang saat ini diperkirakan sekitar 28-30 juta situs di dunia maya.

"Semua akan kita gerakkan, targetnya dalam waktu dekat separuhnya dapat kita blok," katanya di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Ia mengatakan dari sekitar 28-30 juta situs porno tersebut, saat ini Kementerian Kominfo baru bisa menapis lebih dari 700 ribu situs, karena selama ini masih menggunakan sistem manual.

Jika menggunakan mesin sensor, cukup diberikan kata kunci, kemudian mesin dengan sendirinya dapat menganalisis situs-situs konten-konten negatif dan dengan cepat dapat dilakukan pemblokiran.

"Sebelumnya secara manual, membuka website satu per satu, maka diubah dengan hanya mengetik keyword dan ada artificial intelligence yang ada di sana akan meng-crawling dan menganalisa konten-konten tersebut," katanya, seperti diwartakan Antara.

Pihaknya, menurut dia, akan menyiapkan tim analis dan tim validasi, guna memastikan mesin bekerja dengan baik dan benar.

Untuk itu, menurut dia, pihaknya akan melakukan tindakan proaktif dengan menggunakan mesin sensor bersistem crawling yang kini tengah direncanakan pengadaannya.

Melalui mesin sensor dengan sistem crawling tersebut akan mempercepat upaya penanganan konten pornografi. Menurut Semuel, mesin tersebut rencananya mulai beroperasi pada Januari 2018.

Sementara itu, ia mengatakan, untuk saat ini pemenang lelang pengadaan mesin sensor sistem crawling guna penapisan konten negatif, PT Inti, masih menunggu masa sanggah hingga 10 Oktober 2017 sebelum dipasang.

Kementerian Kominfo telah selesai menggelar lelang untuk belanja modal dan pengadaan mesin tersebut dengan nilai pagu anggaran Rp211,8 miliar.

Lelang tersebut dimenangkan oleh PT Inti dengan nilai Rp198 miliar. Namun kemudian turun menjadi Rp194 miliar setelah dilakukan koreksi, katanya. Saat ini, menurut dia, masih menunggu masa sanggah hingga 10 Oktober 2017, sebelum mesin tersebut dipasang.

Ia mengatakan, dalam proses tender tersebut, pada masa pra kualifikasi terdapat 72 perserta yang mendaftar di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Kominfo.

Untuk pengadaan barang tersebut, Semuel menambahkan, digunakan sistem lump sum, sehingga alat dan mesin yang terpasang nantinya harus sesuai dengan permintaan dalam dokumen penawaran sebelum dibayarkan.

"Artinya kalau tidak di-delivery sesuai dengan syarat dokumen tender yang enggak dibayar," katanya.

Ia menegaskan, mesin tersebut merupakan mesin dengan sistem crawling dan bukan DPI (Deep Packet Inspection). Sistem ini nantinya bekerja dengan bantuan kata kunci untuk menapis konten negatif. Mesin tersebut akan diletakan di delapan titik.

Sejarah Gelap Kolonialisme Prancis di Masa Lalu

ZonaKamu - Saat ini, Prancis dikenal sebagai negara indah sekaligus beradab. Negeri itu memiliki ikon terkenal berwujud menara Eiffel yang ada di Paris, kota yang disebut terindah di Prancis bahkan terindah di dunia. Setiap tahun, ada jutaan wisatawan dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Prancis. Pendeknya, Prancis kini dikenal sebagai negara yang indah, modern, maju, dan beradab.

Namun, gemerlap negara itu telah menyisakan sejarah yang gelap di masa lalu, berupa penjajahan dan kolonialisme yang pernah dilakukan Prancis di banyak negara.

Persoalan ini kembali mengemuka, karena Prancis tampaknya berusaha menutup-nutupi aksi barbarnya di masa lalu, hingga sampai berusaha mengajarkan pada murid-murid di negaranya bahwa penjajahan itu baik. Tentu saja yang dimaksud di situ adalah penjajahan Prancis di masa lalu.

Salah satu penjajahan dan aksi barbar yang pernah dilakukan Prancis di masa lalu adalah penjajahan atas Aljazaier. Pada 1945, tentara Prancis menewaskan ribuan orang Aljazair di sekitar kota Setif dalam perayaan untuk menandai kekalahan Nazi Jerman, dan sekaligus menyuarakan protes pro-kemerdekaan.

Angka resmi dari Prancis menyebutkan sebanyak 1.020 orang tewas, sedangkan menurut versi Aljazair, angka korban tewas diperkirakan mencapai 45.000 jiwa. Menurut Douglas Porch dalam buku berjudul The French Foreign Legion, peristiwa pembunuhan massal di Setif diabaikan dalam sejarah nasional Prancis. Padahal, peristiwa tersebut masih menyisakan trauma bagi penduduk Aljazair bahkan menjalar ke tentara angkatan darat Prancis yang berdarah Aljazair.

Ini sekaligus ironis lantaran tidak berselang lama dari pengesahan Prancis terkait hukum pengajaran kolonialisme, duta besar Prancis untuk Aljazair kala itu, yang dijabat oleh Hubert Colin de Verdière, sudah mengungkapkan permohonan maaf atas nama pemerintah Prancis atas tragedi pembantaian di kota Setif silam.

Sementara itu, kawasan Afrika lain seperi Kamerun, Senegal, hingga Madagaskar, juga mengalami masa-masa represi keras di tahun 1940-an oleh Prancis. Di Madagaskar, para tentara Prancis pada 1947 pernah membantai ribuan orang dengan dalih menumpas pemberontakan yang menyuarakan kemerdekaan.

Kala itu, Prancis menurunkan tiga kali lipat pasukan termasuk dari daerah koloni lain di Afrika sekitar 18.000 orang ke pulau Madagaskar, guna membendung kaum nasionalis Madagaskar.

Taktik teror baik fisik maupun psikologis dilakukan. Kekuatan militer tersebut kemudian melakukan eksekusi mati secara massal, penyiksaan, pemerkosaan, hingga membakar desa-desa.

Dihimpun oleh Philippe Leymarie dalam artikelnya berjudul "Deafening Silence on a Horrifying Repression", laporan dari pemerintah Prancis merilis sebanyak 89.000 orang Madagaskar tewas dalam konflik ini. Menurut Komisaris Tinggi di Madagaskar, jumlahnya bahkan lebih dari itu, mengingat banyak yang melarikan diri ke hutan dan tewas sehingga angka korban jiwa lebih dari 100.000.

Pada 1950, pemerintah Prancis malah merevisi jumlah korban tewas dalam konflik langsung sebanyak 11.342, dan sisanya meninggal akibat dampak lanjutan seperti kelaparan dan kelelahan dalam pelarian.

Benjamin Stora, seorang sejarawan spesialis mengenai Aljazair mengatakan kala itu bahwa lebih dari 40 tahun setelah meninggalkan bekas koloninya, Prancis masih harus menghadapi masalah kejujuran terkait perannya selama di Algeria.

“Prancis tidak pernah mengambil sejarah kolonialnya. Ini menjadi perbedaan besar dengan negara-negara Anglo-Saxon, dimana studi post-kolonial sekarang diajarkan di semua universitas mereka,” tutur Stora.

Stanford Encyclopedia of Philosophy 2006 menggunakan istilah kolonialisme untuk menggambarkan proses penyelesaian Eropa serta kontrol politik atas seluruh dunia, termasuk di Amerika, Australia, sebagian Afrika dan juga Asia.

Lebih lanjut, kolonialisme merupakan suatu konsep umum yang mengacu pada proyek dominasi politik Eropa mulai dari abad 16 hingga ke abad 20 yang berakhir dengan gerakan pembebasan nasional yang banyak terjadi.

Selama abad ke 19 hingga 20, kekaisaran kolonial Prancis adalah salah satu yang terbesar di dunia setelah kerajaan Inggris, Kekaisaran Rusia, dan Kekaisaran Spanyol. Hampir seluruh benua pernah disinggahi dan dikoloni oleh Prancis, mulai dari Amerika, Afrika, Asia, Oseania bahkan Antartika.

Menurut Alfred William Brian Simpson dalam buku berjudul Human Rights and the End of Empire: Britain and the Genesis of the European Convention, kekaisaran kolonial Prancis mulai jatuh selama Perang Dunia Kedua ketika banyak dari daerah jajahan mereka diduduki oleh kekuatan asing.

Mengenal Wallada, Penyair Wanita Legendaris Andalusia

ZonaKamu - Bagi sebagian orang, nama Wallada bukan tidak populer. Meski sebagian orang lain sangat mengenal namanya. Yang menarik dari Wallada bukan cuma statusnya yang dikenal sebagai penyair wanita Andalusia, namun juga statusnya sebagai lajang hingga akhir hayatnya.

Nama lengkapnya Wallada Bint al-Mustakfi. Ia putri seorang khalif Andalusia yang hidup sekitar tahun 1001-1091 Masehi. Kecintaannya pada dunia sastra membuatnya semakin tangguh akan kelajangannya.

Dari syair-syairnya, ia bertahan dengan sangat elegan. Meskipun tak jarang beberapa di antaranya sangat sarkastik dan vulgar, karena sakit hati terhadap sang pujaan hati. Ia jatuh cinta pada seorang pria, bernama Ibnu Zaydun, namun tampaknya hubungan asmara mereka tidak berlangsung baik.

Nama Wallada malang melintang di jagad kesusastraan Arab saat itu. Ia menduduki posisi yang sejajar dengan para pujangga pria, termasuk Ibnu Zaydun, sosok pria yang ada di balik syair-syair Wallada.

Kini, karya-karya sastra Wallada tersimpan dalam beberapa literatur Arab kenamaan, salah satunya seperti yang ditulis oleh Abu Al-Faraj Al-Isbahani dalam nomenklaturnya, Al-Aghani dan Al-Ima wa Al-Sawa’ir (Book of Slave Women Poets).

Isi buku itu tidak main-main. Seorang sosiolog muslim ternama, Ibnu Khaldun, mengakui kehebatan buku itu, yang berisi sumber-sumber primer tentang ribuan syair, lagu, dari masa Arab jahiliyah sampai kurang lebih abad ke 9 Masehi.

Dalam Diwan (antologi) Wallada, ada sekitar sepuluh syair yang dapat terkumpul dan selamat hingga saat ini. Kesemuanya punya cerita. Tentang kekasih, patah hati, kebanggaan atas tubuh dan dirinya, ketidaksetiaan, hasrat cinta, dan kebebasan.

Beberapa syair Wallada juga dianggap mendobrak tatanan sosial bagi perempuan muslim saat itu. Karena ia bangga atas tubuhnya, dirinya, juga pikirannya.

Bagi beberapa peneliti karya sastra perempuan Arab abad pertengahan, misalnya seperti Maria Segol, puisi-puisi Wallada dianggap merefleksikan pengalaman dalam kehidupannya, juga kondisi perempuan saat itu. Ia mengekspresikan laku bebasnya sebagai individu yang merdeka.

Bahkan, dalam beberapa catatan sejarah, Wallada kerap menanggalkan kerudungnya ketika bepergian di tempat ramai. Hal itu sangat bertentangan dengan norma sosial agama ketika itu. Untung, ia hidup di Andalusia, yang terkenal akan pluralitas masyarakatnya, yang jauh berbeda dengan kondisi kekhalifahan lain saat itu, khususnya di semenanjung Arabia.

Ia bangga atas warna kulitnya yang cerah, mata birunya, hingga rambut pirang yang menjuntai indah dan mampu menggoda siapa pun yang melihat. Ia adalah pujaan lelaki Kordoba.

Syair dengan genre romansa dianggap penting ketika itu, terlebih penulisnya adalah seorang perempuan. Artinya, kekuasaan dan kendali atas tubuh dan diri sepenuhnya berada di tangan sang penyair. Hal itu juga didukung dengan kekayaan literatur, filsafat, serta ketajaman argumen yang dikuasai Wallada. 

Terkait hal itu, kisah romansa antara Wallada dan Ibnu Zaydun saat ini diabadikan dalam bentuk patung tangan yang sedang berjabat erat, di Plaza El Campo Santo de los Martires, tepat di jantung kota Kordoba. Masyarakat Andalusia menyebutnya sebagai ‘The Lovers”.

Memahami Aturan dan Mekanisme Ekspor-Impor Mobil

ZonaKamu - Kegiatan ekspor impor adalah hal lumrah yang dilakukan dalam bisnis dan industri, dari satu negara ke negara lain. Kita mengenal pakaian impor, sebagaimana negara kita juga melakukan ekspor pakaian ke negara-negara lain. Selain pakaian, makanan juga menjadi produk yang sering menjadi objek ekspor impor, dari satu negara ke negara lain.

Terkait kegiatan ekspor impor, ternyata tidak semua barang bisa diekspor atau diimpor dengan mudah. Mobil bisa menjadi contoh, bagaimana urusan ekspor impor harus memenuhi aturan atau mekanisme tertentu, yang tidak ada pada barang-barang lain.

Kegiatan ekspor mobil memang cukup rumit dan tak semudah mengekspor produk industri lain. Selain persoalan kalkulasi bisnis, juga ada persoalan kerja sama antar negara.

Negara-negara yang ada kerja sama perdagangan bebas dengan Indonesia, maka ekspor mobil akan relatif mudah karena tak terkena tarif impor yang tinggi. Ini penting karena akan mempengaruhi harga jual agar bisa kompetitif.

Selain itu, terdapat pula standar internasional yang harus dipenuhi untuk sebuah mobil bisa diekspor, antara lain soal ketentuan United Nations Economic Commission for Europe (UNECE). Ini adalah standar internasional, meski namanya mengandung kata Eropa.

Beberapa standar yang harus dipenuhi menyangkut aspek-aspek seperti pencahayaan, kontrol, perlindungan terhadap lingkungan, dan perlindungan dari pencurian. Jadi, kendaraan hanya bisa diekspor ketika memang sudah memenuhi standar ini, kecuali negara tujuan ekspor punya standar keselamatan sendiri.

Persoalannya, pabrikan otomotif di Indonesia belum memenuhi standar UNECE tersebut. Baru pada pertengahan September lalu, pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian akan menggunakan standar UNECE sebagai acuan untuk Standar Nasional Indonesia (SNI) berkenaan dengan berbagai komponen otomotif, termasuk pelek, kaca depan, dan ban.

Selama ini, standar SNI yang diterapkan belum sama dengan standar UNECE. Rencananya standar Eropa ini akan diratifikasi (diadopsi) pada tahun ini.

Dengan ratifikasi, artinya SNI akan menjadikan UNECE sebagai acuan utama. Dengan demikian, maka ke depan ekspor kendaraan ke Eropa akan lebih mudah dilakukan pabrikan lokal, meski memang tetap akan disesuaikan dengan regulasi spesifik negara-negara tujuan ekspor.

Selain UNECE, standar lain yang harus ditingkatkan agar dapat masuk ke negara-negara maju adalah stadar emisi Euro. Euro adalah standar emisi gas buang yang keluar dari kendaraan. Semakin tinggi tingkat Euro, maka semakin sedikit kadar gas buang kendaraan tersebut ketika digunakan, seperti Karbon Monoksida, Timbal, Karbon Dioksida, serta kabut karbon.

Di Eropa dan negara-negara maju, sudah diterapkan Euro 6, bahkan sudah diwacanakan penerapan Euro 7. Sementara Indonesia masih berkutat pada Euro 2, dan baru akan mencoba lompat ke Euro 4, pada tahun depan untuk kendaraan-kendaraan berbahan bakar bensin.

Namun, pabrikan mobil di Indonesia bukannya tidak bisa untuk memenuhi standar emisi yang lebih tinggi. Contohnya Toyota, semua kendaraan Toyota punya standar kualitas global yang sama, tanpa mengkategorikan apakah itu untuk pasar negara berkembang ataupun negara maju.

Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, mengatakan ada dua faktor utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan mengekspor mobil ke pasar baru, yaitu kecocokan produk dan standar spesifikasi. Kecocokan produk berkaitan dengan kebutuhan pasar negara tujuan ekspor dan apa yang diproduksi di Indonesia.

Peluang ekspor mobil biasanya bila sudah ada mobil yang dibuat di Indonesia dan diminati di pasar ekspor. Sementara spesifikasi, terutama berkaitan dengan standar keselamatan yang ditetapkan negara tujuan.

Dari berbagai catatan tadi, ekspor mobil Indonesia masih punya peluang yang besar. Namun nasibnya kini masih terkendala berbagai ketentuan dan masih belum masuk ke segmen pasar yang besar di pasar global. Persoalan itu semua masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi di dalam negeri.