Diberdayakan oleh Blogger.

Menguak Sisi Lain Industri Film Porno Jepang

By | 14.20
Menguak Sisi Lain Industri Film Porno Jepang

ZonaKamu - Jepang sudah terkenal sebagai negara yang memiliki industri film porno terbesar di dunia. JAV (Japan Adult Video) adalah film dewasa produksi Jepang yang telah merambah ke hampir semua negara di dunia, dengan jutaan penggemar, jutaan penonton, serta melibatkan puluhan ribu pemain. Sebegitu besar industri film dewasa di Jepang, hingga industri ini menyumbang 20 persen dari total pemasukan negara.

Berikut ini adalah uraian beberapa fakta menarik, yang merupakan sisi lain dari industri film dewasa Jepang, yang mungkin belum kita tahu.

Motivasi yang berbeda

Atsuhiko Nakamura adalah penulis buku berjudul The Nameless Women. Buku itu merupakan hasil wawancaranya dengan ratusan artis porno di Jepang. Dia menyatakan bahwa banyaknya orang (wanita) di Jepang yang terjun ke industri film porno memiliki motivasi berbeda-beda.

Setiap tahun, tak terhitung banyaknya wanita di Jepang yang memasuki industri film dewasa di sana, namun mereka membawa motivasi masing-masing.

Ada yang karena bermotivasikan uang, ada pula yang karena memang suka bercinta dengan banyak pasangan, sekaligus nyaman berhubungan badan dengan ditonton banyak orang. Sementara yang lain lagi menganggap bahwa menjadi atis film JAV adalah pekerjaan yang santai.

Tidak khawatir dikenali

Di Jepang, ada banyak sekali wanita yang bermain dalam film dewaa, dan dari waktu ke waktu jumlahnya semakin banyak. Setidaknya ada 6.000 wanita yang setiap tahun terjun ke industri film dewasa, dan bermain dalam film JAV. Dengan begitu banyaknya wanita yang bermain, para wanita di Jepang pun tidak khawatir dikenali orang-orang di lingkungan tempat tinggal mereka, atau bahkan oleh keluarganya sendiri, jika sesekali ikut bermain dalam film JAV.

Kenyataannya, jarang ada kasus pemain JAV yang dikenali ketika sedang menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan, sampai saat ini, banyak di antara mantan artis porno itu yang bahagia dalam perkawinan mereka, dan menikmati kehidupan normal.

Mereka juga bisa berbelanja dengan santai, atau berada di keramaian bersama anak, atau menghadiri pertemuan di sekolah anak, tanpa menarik perhatian orang lain, apalagi sampai dikenali sebagai pemain film JAV. Kecuali kalau mereka sangat terkenal, misalnya seperti Maria Ozawa.

Jenjang karir pendek

Rata-rata, wanita Jepang yang bermain dalam film JAV tidak sampai berkarir dalam waktu lama. Banyak di antara mereka yang segera pensiun dari industri tersebut ketika merasa telah cukup mendapatkan penghasilan dari sana.

Mereka juga bisa berhenti saat merasa telah cukup menjalani profesi sebagai artis film dewasa. Setelah itu, biasanya, mereka menjalani kehidupan seperti umumnya orang lain di Jepang.

Kehidupan setelah pensiun

Tidak semua pemain film JAV memilih pensiun karena kehendak sendiri. Sebagian dari mereka juga ada yang pensiun karena “tidak laku”, tak jauh beda dengan industri film biasa.

Ketika mereka tidak lagi mendapatkan order untuk main film JAV, mereka pun bisa dibilang harus pensiun. Dalam hal itu, banyak artis JAV yang sulit beradaptasi dengan masa pensiun semacam itu, karena terbiasa mendapatkan gaji besar dengan pekerjaan mudah.

Banyak dari mereka yang tidak bisa menjalani pekerjaan biasa dengan gaji yang lebih kecil. Bagi mereka itu tak mudah, terlebih karena mereka telah beberapa tahun sebelumnya hidup dari profesi sebagai pemain film JAV.

Pekerjaan setelah pensiun

Karena sulit beradaptasi setelah pensiun dari profesi sebagai artis JAV, sekitar dua pertiga mantan bintang porno Jepang memilih bekerja sebagai hostess dan wanita panggilan, setelah tidak lagi aktif main film. Sepertinya mereka tetap cenderung memilih pekerjaan yang dirasa mudah dijalani, namun menghasilkan uang lumayan.

Hal lain yang menjadikan mereka memilih profesi sebagai hostess atau wanita panggilan, karena rata-rata mereka tidak memiliki kemampuan atau keterampilan untuk bekerja di bidang pekerjaan lain. Menjadi hostess atau wanita panggilan relatif mudah mereka jalani, karena setidaknya agak mirip dengan yang mereka lakukan dalam industri film JAV.

Pedang bermata dua

Menjadi pemain film JAV bisa mendatangkan banyak keuntungan berupa penghasilan besar, namun juga bisa menjadikan seseorang kehilangan penggemar. Hal itulah yang menjadikan industri ini seperti pedang bermata dua.

Pada tahun 2010, misalnya, mantan idol AKB48, Rina Nakanishi, dikabarkan terjun menjadi bintang porno, setelah keluar dari grup idol populer Jepang tersebut. Rina Nakanishi telah memiliki fans atau penggemar dalam jumlah banyak, dan hal itu sebenarnya memungkinkan dia untuk berkarir solo.

Namun, Rina Nakanishi justru memilih masuk industri film JAV, dan hal itu diperkirakan banyak pihak sama artinya dengan menghancurkan karirnya sendiri, karena ia akan ditinggalkan penggemar.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda