Diberdayakan oleh Blogger.

Ajaran Tantra dan Kaitannya dengan Moralitas (Bagian 1)

By | 14.03
Ajaran Tantra dan Kaitannya dengan Moralitas

ZonaKamu - Kebanyakan orang yang hidup di India berpendapat bahwa Tantra adalah suatu ilmu yang masih diselubungi oleh kabut misteri. Kenyataannya, ilmu Tantra adalah ilmu mengenai seks yang masih diabaikan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat India pada khususnya, dan oleh bangsa-bangsa lain pada umumnya.

Hanya sedikit orang di antara kita yang tidak terpengaruh oleh suasana lingkungan sekitarnya dan mampu untuk menyelidiki segala sesuatunya sendiri untuk memperoleh jawaban kebenaran yang pasti. Menyangkut ilmu Tantra ini, Anda telah menunjukkan bahwa Anda memiliki keinginan yang semacam itu dengan bukti bahwa Anda membaca dan mempelajari rangkaian artikel ini hingga uraian terakhir.

Para ahli Tantra sangat meyakini bahwa di dalam Tantra terdapat beberapa pemecahan bagi banyak masalah yang terjadi di dunia ini. Ini akan merupakan suatu uraian yang cukup panjang lebar yang akan menjelaskan hubungan antara Tantra dengan moralitas.

Kita mulai dengan pertanyaan, apakah yang dinamakan moralitas? Atau, apakah yang dinamakan hukum? Atau, apakah yang dinamakan keyakinan?

Batas-batas dari moralitas, hukum dan keyakinan adalah masih samar-samar bagi kita, dan sulit bagi kita untuk membedakan ketiga hal tersebut. Apakah perceraian dapat dikategorikan dalam pertanyaan moralitas, hukum dan keyakinan?

Termasuk kategori apakah pengguguran kandungan, pembunuhan, pelacuran, peperangan dan peledakan bom? Untuk mendapatkan kejelasan jawaban bagi pertanyaan di atas, maka mari kita anggap saja bahwa ketiga masalah di atas kita sebut sebagai Hukum.

Tetapi apakah yang dinamakan hukum itu?

Manusia yang hidup di suatu pulau yang merupakan gurun pasir dapat bangun tidur kapan saja ia inginkan, tidur kapan saja dia mau dan makan kapan saja bila dia menginginkan. Jadi dalam hal ini dia tidak terikat oleh apapun yang mengaturnya, dan kita bisa mengatakan bahwa orang-orang semacam itu tidak terikat oleh suatu hukum tertentu.

Manusia yang hidup dalam suatu negara, hidup bermasyarakat, adalah kebalikan dari kehidupan manusia yang disebutkan di atas. Manusia-manusia ini harus membatasi dan menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan hukum-hukum yang berlaku di dalam masyarakat tersebut, atau dengan kata lain dia akan dihukum apabila melanggar salah satu dari hukum-hukum tersebut.

Jadi, dalam hal ini, hukum diciptakan oleh pemerintah suatu negara, untuk dijadikan peraturan bagi rakyatnya.

Kembali pada pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan di atas tadi, kita dapat memberikan suatu pertanyaan pokok untuk mengganti keseluruhan pertanyaan di atas, yakni, apakah ilmu Tantra ini merupakan suatu ilmu yang melanggar hukum atau tidak? Dalam hal ini Tantra memberikan jawaban, dan jawaban tersebut tidak mengubah sistem peraturan yang telah diciptakan oleh pemerintah ataupun masyarakat.

Pertama-tama, Tantra adalah suatu ilmu yang mempelajari seks sebagai hal yang utama. Seks adalah suatu peristiwa dari sesuatu yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka. Di dalam hal ini, Tantra memberikan beberapa disiplin yang harus dipatuhi oleh para pengikut Tantra, dimana Tantra memberikan dasar-dasar empati.

Selanjutnya, Tantra memberikan suatu cara untuk mencapai puncak kenikmatan dalam hubungan seks, daya tahan diri pada tingkatan yang paling tinggi. Hal ini adalah suatu faktor yang paling penting karena frustrasi seks adalah sesuatu yang umum terjadi pada manusia, disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya seks mereka.

Dalam hal ini Tantra berusaha keras untuk mencegah frustrasi ini dengan memberikan beberapa pelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan daya tahan seks demi pencapaian yang lebih optimal dan sempurna.

Hal yang ketiga adalah Tantra memberikan ekspresi seks sepenuhnya dalam suatu keluarga. Keluarga adalah suatu dasar dari masyarakat yang stabil. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah satuan masyarakat yang fundamental.

Hukum adalah suatu kekuatan yang mengikat di dalam masyarakat, namun hukum ini tidak akan dapat berlangsung dengan baik apabila masing-masing individu di dalam masyarakat berpecah-belah dan berdiri sendiri-sendiri.

Sebagaimana yang telah kita pelajari, bahwa seseorang akan mematuhi suatu hukum apabila ia menjadi seorang anggota masyarakat, dan unit yang terkecil dari masyarakat adalah keluarga.

Baca lanjutannya: Ajaran Tantra dan Kaitannya dengan Moralitas (Bagian 2)

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda