Misteri Pembunuhan Berantai

Saat pertama kali menangani kasus ini, yakni saat Hakim terbunuh empat bulan yang lalu, Komandan Hendra sudah langsung mencurigai kalau pelaku pembunuhan itu orang dekat korban. Dan kabar tentang hilangnya Rexi, juga keterangan-keterangan dari teman-teman mereka setelah pembunuhan itu semakin menguatkan asumsinya. Tapi rupanya dia terkecoh. Kemudian Farid terbunuh yang disusul oleh kematian Firdha yang sangat mencolok di dalam mobil milik Joshep. Kecurigaan pun kemudian beralih pada Joshep.

Sampai saat itu Komandan Hendra masih bingung dan belum bisa menyimpulkan kasus macam apa yang tengah dihadapinya kali ini. Pernah sebuah pikiran terlintas kalau kematian anak-anak muda itu berkaitan dengan aktivitas sebuah gank. Tapi investigasi yang dilakukannya tidak menunjukkan tanda-tanda itu. Bahkan kemu-dian segalanya berjalan terlalu cepat dan antisipasinya ternyata sangat terlambat.

Henry menjadi korban tabrak lari dan Wawan terbunuh di rumahnya sendiri. Benny yang menjadi orang terakhir, yang ia harapkan bisa mengungkapkan semua ini pun kemudian tewas saat segalanya masih buram. Dan yang paling membuat Komandan Hendra merasa sangat terpukul adalah, Benny terbunuh di rumahnya sendiri padahal Komandan Hendra telah menempatkan anak buahnya untuk terus menjaganya!
   
Apa yang diungkapkan Benny sebelum kematiannya memang telah banyak membantu Komandan Hendra merangkai bagaimana kasus ini harus ditelusuri. Pengakuan Benny juga telah memberikan sedikit titik terang tentang kasus macam apa yang tengah dihadapinya ini dan juga kaitannya dengan mayat seorang gadis yang ditemukan di sungai empat bulan yang lalu yang sampai waktu itu belum teridentifikasi.

Tapi semakin kasus ini ditelusuri dan dipelajari, semakin sering pula ia menemui jalan buntu. Saat ini yang masih belum terungkap adalah soal keberadaan Joshep. Komandan Hendra telah menggunakan segala upaya yang bisa dilakukannya untuk melacak keberadaan Joshep saat ini. Tapi hingga sekarang hasilnya masih nihil. Joshep seolah lenyap ditelan bumi. Lalu benarkah Joshep yang menjadi pelaku dari pembunuhan berantai ini?

Di sinilah Komandan Hendra terus menjumpai jalan buntu. Rangkaian pembunuhan yang terjadi ini begitu rapi dan sistematis. Setiap calon korban selalu diperingatkan terlebih dahulu dengan datangnya sebuah SMS. Yang paling susah untuk dipikirkan ialah mengapa pengiriman SMS-SMS itu menggunakan nomor ponsel milik Wulan? Ini tentu bertujuan untuk mengesankan bahwa pembunuhan-pembunuhan yang terjadi ini memang pembalasan dendam dari arwah Wulan.

Rangkaian pembunuhan ini benar-benar telah dikonsep dengan matang dan sangat terencana. Dan kalau memang benar Joshep yang melakukannya, apa yang melatarbelakangi semua pembunuhan yang telah dilakukannya ini? Apakah Joshep memang seorang psikopat? Seorang maniak? Bahkan seorang psikopat pun memiliki suatu alasan untuk setiap pembunuhan yang dilakukannya!

Atau, apakah pembunuhan-pembunuhan ini memang dilakukan oleh arwah Wulan? Komandan Hendra tersenyum getir. Joshep harus segera diketemukan! Hanya dialah yang barangkali bisa menjelaskan semua keruwetan ini!
   
Seorang pelayan kantor membawakan kopi panas kesukaan Komandan Hendra. Bekerja sampai malam hari begini memang terasa sangat melelahkan dan dia selalu butuh kopi untuk terus menghangatkan semangatnya. Komandan Hendra merasa bahwa sebelum kasus pembunuhan berantai ini selesai maka pekerjaan terbesarnya juga belum selesai. Karena itu dia sudah siap untuk menghabiskan malam-malam panjang di sini, di kantornya ini, mempelajari berkas-berkas kasusnya dan selalu siaga dengan datangnya laporan yang datang sewaktu-waktu.
   
Bersambung ke: Misteri Pembunuhan Berantai (70)