Wabah Jamur di Istana

Pada jaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang memiliki putri yang sangat cantik. Karena kecantikan sang putri ini, banyak pemuda di kerajaan itu yang sangat ingin ‘burung’nya dipegang dan disentuh oleh sang putri. Tapi itu jelas tak mungkin, karena mana mau sang putri memegang dan menyentuh sembarang ‘burung’ lelaki.

Sampai suatu hari, ada seorang pemuda yang menemukan akal bagaimana caranya agar ‘burung’nya bisa dipegang dan disentuh oleh sang putri yang cantik itu.

Si pemuda ini mengubur dirinya sendiri di taman belakang istana, tempat sang putri biasa bersantai. Semua tubuh pemuda itu tertutup oleh tanah, namun ‘burung’nya ditonjolkan keluar hingga tetap kelihatan.

Harapan dan keinginan pemuda itu terkabul. Ketika sang putri ingin bersantai di taman, dia melihat sesuatu yang nongol dari dalam tanah.

“Eh, ada jamur yang aneh,” kata sang putri pada salah satu inangnya. Lalu sang putri mendekati ‘jamur’ itu, dan memegangnya, menyentuhnya, hingga ‘jamur’ itu mengeluarkan sesuatu yang keputih-putihan.

“Jamur ini bisa mengeluarkan madu,” kata sang putri lagi dengan heran.

Cerita menyangkut keberhasilan si pemuda yang cerdik ini kemudian menyebar ke seluruh kerajaan, dan para pemuda di sana beramai-ramai ingin meniru trik itu. Maka suatu malam, sekumpulan pemuda menguburkan tubuhnya di dalam tanah taman istana dan menongolkan ‘burung’nya dengan harapan dapat dipegang dan disentuh oleh sang putri.

Besoknya, sang raja memasuki taman istana itu dan heran melihat ‘jamur-jamur aneh’ banyak tumbuh di taman istananya. Segera saja ia berteriak pada para pengawalnya, “Taman ini telah ditumbuhi wabah jamur! Segera babat semua jamur itu...!!!”