Seperti Bayi

Bruto dan Netty adalah sepasang kekasih yang tengah bahagia-bahagianya karena tak lama lagi akan melangsungkan perkawinannya. Mereka pun saling memadu kasih dan mencoba saling terbuka satu sama lain.

“Bang,” kata Netty dengan lirih, “sebenarnya dadaku rata. Kalau kamu tidak suka, tolong katakan saja.”

“Oh, tidak apa-apa,” sahut Bruto. “Bagiku, seks bukanlah hal yang penting. Tapi cinta kasih yang menjadi tujuan bagiku.”

Netty pun girang mendengar jawaban itu.

“Aku juga perlu mengatakan sesuatu kepadamu,” lanjut Bruto. “Sesungguhnya, ‘anu’ku seperti bayi.”

“Sudahlah, tak apa-apa,” sahut Netty. “Bagiku, seks juga bukan hal yang penting. Tapi kasih sayang di antara kita itulah yang jadi tujuanku.”

Lalu mereka pun melangsungkan perkawinannya. Saat memasuki kamar pengantin untuk menikmati malam pertama, Bruto pun mulai membuka pakaian istrinya dan menyaksikan kalau dada istrinya memang benar-benar rata. Tapi Bruto hanya senyum-senyum saja.

Namun ketika Bruto mulai membuka celananya, Netty langsung menjerit dan pingsan.

Ketika sadar, Netty langsung bertanya dengan kacau pada Bruto, “Katanya ‘anu’ kamu seperti bayi...???”

“Iya, seperti bayi,” sahut Bruto. “Panjangnya 50 centi dan beratnya 3 kilo.”