Satu Kaki dan Delapan Centi

Widya menikah dengan seorang lelaki Australia yang menjadi rekan kerjanya di kantor. Satu minggu setelah menikah, suami Widya mengajaknya ke negeri asalnya di Australia untuk berbulan madu. Ibu Widya berpesan kepada putrinya untuk selalu memberi kabar selama berbulan madu.

Ketika dalam perjalanan bulan madu ke Australia itu, terjadi kecelakaan pesawat, dan suami Widya yang terluka parah terpaksa diamputasi satu kakinya. Atas musibah itu, Widya pun kemudian berkirim telegram kepada ibunya untuk mengabarkannya.

“Bu, suami saya hanya punya satu kaki,” demikian isi surat itu.

Beberapa hari kemudian, sang ibu mengirim telegram balasan, dan isinya, “Kamu beruntung, Nak. Milik ayahmu hanya delapan centi.”