Rasanya Ada yang Kurang

Joni ingin sekali bisa menghilangkan kecanduannya pada rokok. Selain sering sakit-sakitan, Joni pun merasa kalau uangnya terlalu banyak dihabiskan untuk membeli rokok. Maka Joni pun kemudian menemui sahabatnya, si Lukman, yang menjadi seorang dokter.

“Luk, aku ingin sekali bisa menghentikan kecanduanku pada rokok,” kata Joni pada dokter Lukman, “tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Segala resep sudah kucoba, tapi tetap saja aku masih kecanduan rokok. Akibatnya duitku terlalu boros hanya untuk beli rokok.”

“Begini saja, Jon,” saran dokter Lukman, “biar kamu tidak merokok lagi, gosokkan saja rokok kamu ke lubang pantatmu setiap kali kamu ingin merokok. Nah, dengan begitu kamu kan jadi eneg, dan lalu tak ada minat lagi untuk merokok...”

Mendengar saran yang benar-benar orisinil itu, Joni pun jadi tertarik. Maka dia pun berjanji untuk mencobanya.

Dua bulan semenjak pertemuan itu, Joni kembali menemui dokter Lukman di rumahnya. Dia masih punya masalah.

“Luk, sekarang sih aku sudah agak sehat,” kata Joni, “tapi duitku tetap saja boros untuk membeli rokok. Malah sekarang sepertinya tambah boros saja!”

“Kok bisa?” tanya dokter Lukman dengan heran.

“Begini,” Joni menjelaskan dengan senyum-senyum salah-tingkah, “setelah mencoba saranmu yang dulu itu, sekarang aku jadi ketagihan menggosokkan rokok ke pantat. Habis, kalau tidak begitu, rasanya ada yang kurang...”