Psikologi Nama

Di suatu pesawat, Abun duduk bersebelahan dengan seorang gadis yang cantik. Abun senang duduk dengan gadis itu, namun sepertinya si gadis terlihat begitu khusyuk membaca sebuah buku tebal di tangannya.

“Ehm...” Abun mulai membuka suara. “Kelihatannya serius sekali bacanya. Lagi mau ujian ya?”

Si gadis menoleh, dan menjawab, “Bukan, ini lagi penelitian.”

“Penelitian? Memangnya situ mahasiswi jurusan apa?”

“Psikologi,” jawab si gadis. “Ini sedang ada penelitian menyangkut psikologi seks...”

Abun manggut-manggut, tertarik, kemudian bertanya, “Kalau boleh tahu, penelitiannya menyangkut apa sih?”

“Bentuk alat vital lelaki dari berbagai suku di Indonesia.” Si gadis menjawab dengan logat ilmiah.

Si Abun makin tertarik. “Wah, bagaimana tuh hasilnya?”

“Menurut pengamatan sementara,” urai si gadis, “yang paling bagus bentuknya adalah milik orang Bali.”

“Oh ya?”

“Ya, karena biasanya orang Bali kan pintar bikin ukir-ukiran...”

Hm, benar juga, pikir Abun. “Kalau yang paling besar?”

Si gadis menjawab, “Yang paling besar tuh sepertinya milik orang Batak.”

“Nah, kalau yang paling panjang dari suku apa?”

“Suku Sunda, sebab biasanya mereka kan pakai sarung.”

Abun manggut-manggut. Kemudian ia tersenyum. “Oh ya, ngomong-ngomong kita belum kenalan.”

Gadis itu tersenyum dan memperkenalkan dirinya. “Saya Rini. Nama situ siapa?”

“Nama saya... ANAK AGUNG CECEP SITUMORANG.”