Modal Pas-pasan

Seorang pria hidung belang bertandang ke sebuah rumah bordil. Dia dipersilakan duduk di ruang tamu, sementara sang germo memanggil wanita-wanita yang ada di situ untuk diperkenalkan pada si tamu.

“Perkenalkan, ini namanya Hesti, masih muda,” kata si germo.

“Hm...tarifnya?” tanya si hidung belang.

“Tiga ratus ribu.”

“Hm...tolong panggilkan yang lain saja.”

Maka dipanggillah wanita yang lain, dan si germo kembali memperkenalkan. “Ini Lusi. Agak lebih tua dibanding yang tadi.”

“Hm...tarifnya?” tanya si hidung belang lagi.

“Dua ratus ribu.”

“Hm...ada yang lebih murah lagi?”

“Ada,” jawab si germo sambil memanggil wanita lain lagi. “Nah, ini Disti. Agak lebih tua dibanding yang dua tadi.”

“Hm...tarifnya?”

“Seratus ribu.”

“Hm...ada yang bisa lebih murah lagi?”

Si germo jadi jengkel. Ia pun kemudian bertanya, “Situ maunya yang tarif berapa sih?”

“Saya cuma bawa lima puluh ribu,” jawab si hidung belang dengan jujur.

“Baiklah kalau begitu,” sahut si germo. Kemudian ia kembali memanggil wanita lain.

Kali ini yang muncul nenek-nenek tukang masak di dapur.

Si hidung belang langsung kabur.