Mengapa Cuma Seribu

Bonni dalam keadaan setengah mabuk ketika berjalan sempoyongan menuju ke kamar kecil di belakang bar itu. Seorang wanita penghibur yang ada di situ kemudian mendekati Bonni dan memapahnya menuju ke kamar kecil.

Karena terpengaruh pada suasana yang sepi, Bonni dan wanita penghibur itu kemudian bercinta di kamar kecil.

Satu jam kemudian, mereka lalu keluar bersama dari dalam kamar kecil itu.

“Kapan-kapan saya mau lho diajak begituan lagi di kamar kecil,” kata si wanita penghibur dengan genit.

Bonni hanya dia saja. Ia lalu mengeluarkan lembaran uang seribu rupiah pada si wanita penghibur.

“Lho, kok cuma seribu?” protes si wanita penghibur.

Bonni yang masih setengah mabuk menjawab, “Aduuh, masak kamu lupa sih? Buang air di WC umum kan cuma lima ratus perak. Masih untung aku ngasih kamu seribu perak!”