Memangnya Mangkuk?

Jono sangat berkecil hati dengan ukuran ‘burung’nya yang sangat kecil. Karenanya ia kemudian menemui sahabatnya, Amir, yang katanya juga pernah berhubungan dengan orang pintar yang bisa membesarkan ‘burung’ lelaki.

“Mir,” kata Jono. “Bantu aku dong. Aku ingin sekali bisa membesarkan ‘burung’ku ini. Masalahnya punyaku kecil sekali. Kamu kenal dengan orang pintar yang bisa membesarkan ‘burung’, kan?”

“Iya sih, Jon,” sahut Amir. “Cuma orang pintar yang dulu kudatangi itu sekarang sudah mati.”

“Aduh, gimana dong?”

“Tapi tak usah khawatir, Jon. Aku masih memiliki kenalan orang pintar yang lain, kok. Yang ini malah lebih hebat lagi. Dia bisa membesarkan ‘burung’ kamu sebesar apapun yang kamu inginkan.”

“Benar, Mir?”

“Benar. Sebesar apapun yang kamu inginkan dia bisa melakukannya. Kalau seumpama kamu ingin ‘burung’mu itu sebesar pohon kelapa, dia juga bisa mengabulkannya. Cuma, untuk ukuran panjangnya, dia kasih ukuran maksimal.”

“Nah, berapa ukuran maksimal panjangnya, Mir?”

“Delapan centi.”

“Ha...? Sebesar pohon kelapa tapi panjangnya cuma delapan centi? Memangnya mangkuk...???”