Kadang-kadang Capek

Pak Darmo benar-benar kaget sekaligus bingung ketika memergoki anaknya, si Madun, tengah melakukan onani di dalam kamarnya. Pak Darmo menyadari kalau Madun sudah dewasa dan tentunya butuh melampiaskan nafsu seksnya. Tapi Pak Darmo juga tidak setuju kalau Madun melampiskan nafsunya dengan cara seperti itu.

Maka Pak Darmo pun kemudian menasihati anaknya, “Dun, apa yang kamu lakukan itu tidak baik. Daripada kamu melakukan yang seperti itu, sebaiknya kamu cari perempuan untuk kamu nikahi.”

Madun pun menuruti nasihat ayahnya. Beberapa minggu kemudian, Madun telah menemukan seorang perempuan bernama Marni, dan ia minta ayahnya untuk menikahkannya dengan perempuan itu.

Maka menikahlah Madun dengan Marni. Pak Darmo berharap kebiasaan buruk Madun berhenti setelah memiliki istri.

Tetapi ternyata harapan Pak Darmo tak terjadi. Dua minggu setelah menikah, kembali Pak Darmo memergoki Madun sedang melakukan onani.

“Madun, kamu kan sudah punya istri,” kata Pak Darmo dengan marah campur heran, “kenapa kamu masih melakukan hal itu...???”

“Ng...begini Pak,” jawab Madun dengan ragu-ragu, “tangan Marni kan kadang-kadang capek juga, jadi terpaksa saya lakukan sendiri.”