Jagung Bermentega

Jono dan Tomi pergi camping ke suatu daerah yang terpencil. Ketika mau pulang, pada malam harinya, hujan turun dengan sangat lebat. Jono dan Tomi mencari tempat berteduh, dan mereka menemukan satu-satunya rumah yang ada di tengah hutan itu. Mereka pun mengetuk pintu dan berharap bisa menginap di situ.

Pintu rumah terbuka, dan seorang nenek tua muncul dari dalam. Jono dan Tomi mengutarakan maksudnya untuk numpang berteduh sampai hujan reda. Si nenek mengijinkan mereka menginap di rumahnya, tapi dengan syarat mereka berdua harus bercinta dengan si nenek.

Tomi yang merasa sangat kedinginan langsung saja menyanggupi syarat itu, sementara Jono yang masih perjaka merasa bimbang untuk melakukannya.

Sambil menunggu Tomi yang kini melayani si nenek di dalam rumah, Jono melihat-lihat sekeliling rumah itu dan melihat ada sebuah pohon jagung di belakang rumah. Maka dipetiknya sebuah jagung dari situ, lalu disimpannya.

Saat Tomi selesai melayani si nenek, giliran Jono yang masuk kamar. Tapi Jono meminta agar lampu dimatikan, dan si nenek pun menyanggupi. Dalam keadaan gelap gulita, si nenek pun tidak tahu kalau Jono menggunakan jagung untuk menggantikan ‘burung’nya.

Saat selesai, Jono minta ijin keluar kamar untuk buang air kecil ke kamar mandi. Saat keluar dari kamar, Jono segera meletakkan jagungnya di atas meja ruang tamu, lalu segera berlari ke kamar kecil.

Ketika balik dari kamar kecil, dia mendapati Tomi tengah menikmati jagung di ruang tamu.

“Eh, Jon,” kata Tomi, “sori nih jagungnya aku habisin. Habis, aku lapar banget. Lagian jagungnya juga enak, sudah ada menteganya...”