Digosok-gosok Dulu

Ada seorang tukang sunat yang sudah menjalani profesinya bertahun-tahun. Suatu hari dia punya ide untuk mengumpulkan potongan sisa-sisa kulit dari hasil dia nyunatin orang. Selama bertahun-tahun kemudian, dia telah berhasil mengumpulkan sebanyak satu toples besar. Setelah yakin kalau jumlahnya sudah cukup banyak, dia pun membawanya ke seorang tukang jahit untuk dibuatkan jadi sebuah tas.

Satu minggu kemudian, si tukang sunat balik lagi ke tukang jahit untuk mengambil hasilnya. Namum dia kecewa karena yang didapatinya bukan tas seperti yang diinginkannya, namun hanya dompet kecil untuk menyimpan koin.

“Lho, kok kecil begini?” protesnya pada si tukang jahit. “Kan bahannya banyak sekali sampai setoples besar? Masak jadinya cuma tas kecil begini?!”

“Eh, jangan marah dulu,” sahut si tukang jahit, “coba aja tasnya digosok-gosok, nantinya juga jadi tas gedeeee.”