Dasar Monyet

Sebuah pementasan teater akan digelar di sebuah gedung. Para pemain dalam teater itu tengah sibuk melakukan latihan agar saat pementasan nanti malam bisa berlangsung dengan sempurna. Jono, salah satu pemain teater yang akan bermain sebagai monyet, nampak mendekati Jini yang juga akan memerankan monyet.

“Jin,” kata Jono, “pada saat adegan perkosaan nanti malam, aku benar-benar akan memperkosamu, lho.”

“Tidak apa-apa,” jawab Jini dengan cuek. “Toh kita kan sama-sama monyet. Para penonton juga tidak akan tahu aku laki-laki atau perempuan.”

“Eh, ngomong-ngomong, sutradara kita kemana nih? Katanya kan kita mau latihan?”

“Dia juga lagi memperkosa monyet,” sahut Jini.

“Ha? Maksudmu siapa?”

“Itu, si Warni, yang juga nanti malam akan memerankan monyet.”