Cerita dari Pita Kaset

Jono mendatangi sebuah lokalisasi untuk melampiakan hasrat birahinya. Ketika melihat seorang wanita berdada besar di sana, Jono pun segera berminat dan tak lama kemudian mereka pun telah masuk kamar untuk bercinta.

Si wanita rupanya kecewa dengan ‘burung’ Jono yang berukuran kecil. Sambil melayani Jono, wanita itu asyik membaca majalah. Tentu saja Jono jadi jengkel karena merasa diremehkan.

Besok malamnya, Jono berniat balas dendam pada wanita itu. Dia mengambil pita kaset di rumahnya, kemudian dibalutnya ‘burung’nya dengan gulungan pita kaset itu hingga berukuran besar. Jono pun kembali bertandang ke lokalisasi itu.

Saat sampai di sana, Jono kembali menemui wanita yang kemarin malam. Tapi si wanita menolak diajak Jono karena tahu ‘burung’ Jono yang berukuran kecil. Jono meyakinkan kalau kali ini ia akan mampu memuaskan hasrat si wanita.

Akhirnya, setelah dirayu-rayu, wanita itu pun memenuhi ajakan Jono. Seperti kemarin, wanita itu melayani Jono sambil asyik membaca majalah hingga tak memperhatikan ‘burung’ Jono yang penuh dengan buntalan pita kaset.

Saat permainan berlangsung, si wanita merasa heran karena kali ini ‘burung’ Jono terasa lain, tak seperti kemarin. Kali ini rasanya lebih besar dan lebih nikmat. Maka si wanita pun mulai menikmati permainannya.

Usai permainan, pita kaset di ‘burung’ Jono tertinggal di dalam ‘barang’ si wanita. Setelah membayar, Jono pun segera ngacir pergi.

Kini si wanita merasa ada yang aneh dengan ‘barang’nya. Saat diperiksa, dia mendapati gulungan pita kaset di dalamnya. Maka ditariknya pita kaset itu dari sana. Di luar dugaannya, saat menarik pita kaset itu perlahan-lahan dari dalam ‘barang’nya, terdengar alunan suara nyanyian... “Oh...my love...my darling...”