Bukan Malamnya...

Jono baru saja menikahi Warni. Semenjak kenal dengan Warni, Jono tahu kalau gadis itu termasuk orang yang lugu dan benar-benar ‘masih hijau’.

Ketika memasuki kamar untuk menikmati malam pertamanya, Jono segera menghampiri istrinya itu. Tapi anehnya, Warni malah mendekat ke jendela kamar, membukanya, dan memandang ke luar. Sepertinya dia tengah menikmati keindahan bintang yang bertaburan di atas langit.

Sementara Jono yang sudah telanjang merasa tak sabar. Sambil berbaring di atas ranjang, Jono berkata pada istrinya, “Sayang, ayo dong kita nikmati malam ini...”

“Sabar, Mas,” sahut Warni. “Aku ingin menikmati malam ini dengan memandang bintang-bintang di langit dulu...”

“Ah, lebih baik kita menikmati malam ini di tempat tidur saja,” bujuk Jono. “Bukankah ini malam pertama kita?”

“Bukan begitu, Mas,” sahut Warni lagi sambil masih di dekat jendela, “kata Ibu, ini adalah malam yang terindah bagiku, makanya aku tidak mau melewatkannya begitu saja...”

“Aduh, kau ini!” keluh Jono. “Yang tidak bisa dilewatkan itu bukan malamnya, tapi ininya!” Sambil Jono menunjuk tubuhnya yang telah terbuka.