Bermain-main Burung

Roni paling suka berenang-renang di kolam renang rumahnya dalam keadaan telanjang. Seperti hari itu, ketika tahu semua orang di rumahnya pergi, ia pun langsung saja asyik berenang tanpa mengenakan apapun.

Setelah capek berenang-renang, Roni berbaring-baring santai di kursi panjang di dekat kolam renang, masih dalam keadaan tak berpakaian.

Roni baru ingat kalau keponakan kecilnya masih ada di rumah. Tadi si keponakan masih tidur hingga tidak diajak pergi oleh keluarganya. Ketika Roni tengah asyik bersantai di atas kursi, si keponakan datang mendekat dan melihat ‘burung’ Roni yang tak tertutup apa-apa.

“Itu apa, Om?” tanya si keponakan dengan lugu.

“Ini burung,” jawab Roni. “Sudah, kamu main aja sana!”

Si keponakan pun lalu bermain-main di dekat kolam, sementara Roni yang kelelahan setelah berenang terlelap dalam tidur di atas kursinya.

Ketika bangun, Roni mendapati dirinya telah berada di rumah sakit. Roni teringat pada keponakannya, dan bertanya apa yang telah dilakukannya.

Si keponakan menerangkan, “Tadinya aku main-main dengan burung punya Om, lalu tiba-tiba burungnya buang kotoran di mukaku, ya aku marah. Burungnya aku cekik, telurnya aku pecahin, dan sarangnya aku bakar.”