Bayi Raksasa

Jona dan Bruto berniat ingin menjarah di sebuah rumah yang terkenal kaya di daerah itu. Malam harinya, mereka telah bersiap-siap untuk melakukan aksi itu. Dengan peralatan yang seadanya, mereka mulai mengendap-endap mendekati rumah itu hingga masuk ke halaman rumah yang dibatasi oleh pintu gerbang tinggi.

Jona lalu naik ke genteng rumah untuk mencari lubang yang dapat digunakan untuk memasuki rumah, sementara Bruto berjaga-jaga di bawah.

Saat berada di atas genteng, Jona melihat sesuatu yang amat mengejutkan dan dia pun langsung saja meloncat ke bawah dan kemudian lari tungang-langgang. Bruto yang melihat Jona lari ketakutan segera saja mengikuti temannya itu.

Saat sampai di jalan yang sepi, Jona berhenti dan Bruto bertanya dengan panik, “Kenapa kau lari? Apakah pemilik rumah melihatmu saat kau akan mencongkel genteng?”

“Tidak, Bru, bukan itu,” jawab Jona dengan napas ngos-ngosan.

“Lalu kenapa kau lari?”

“Masalahnya, ketika aku mulai membuka genteng rumah, aku melihat seorang bayi yang sangat besar sedang menetek pada ibunya. Bayi itu lebih besar dari ibunya, Bru. Aku takut, jangan-jangan ayahnya raksasa. Itulah mengapa aku sangat ketakutan!”

“Dasar bodoh!”