Adu Panjang

Gogon dan Maman sedang berlomba-lomba memanjangkan ‘burung’nya dengan ramuan obat-obatan rahasia.

Suatu hari, Maman membanggakan ‘burung’nya pada Gogon. “Hei, Gon. Lihat nih, ‘burung’ku sepanjang leher!”

Gogon menoleh dan mencibir, “Alah, baru segitu. Lihat nih, aku pakai dasi dari apa?”

Maman pun segera berusaha untuk kembali memanjangkan ‘burung’nya agar bisa dibuat dasi seperti Gogon. Ketika telah berhasil, dia kembali menemui Gogon.

“Gon,” katanya sambil duduk di kursi rumah Gogon, “sekarang ‘burung’ku sudah bisa dibuat dasi!”

Gogon menoleh dan kembali mencibir, “Baru segitu saja sudah bangga. Lihat tuh kursi yang kamu duduki terbuat dari apa?”

Karena tak mau kalah, Maman kembali memanjangkan ‘burung’nya. Ketika panjangnya sudah bisa dianyam hingga menjadi sebuah kursi, dia datang lagi ke rumah Gogon. Kali ini anak Gogon yang membukakan pintu rumah.

“Papa lagi di belakang, lagi main layang-layang,” kata si anak.

Maman pun segera ke belakang dan menemui Gogon. “Gon, ‘burung’ku sekarang bisa dibuat jadi kursi!” katanya dengan bangga.

Gogon hanya menoleh sesaat dan mencibir, “Baru segitu sudah bangga. Lihat nih aku main layang-layang pakai apa?”