Diberdayakan oleh Blogger.

Tips Membersihkan dan Memelihara Sofa Kulit

By | 20.19 Leave a Comment
Tips Membersihkan dan Memelihara Sofa Kulit

Sebagian orang menganggap bahwa sofa kulit (sofa yang dilapisi kulit) lebih awet dibanding dengan sofa kain (sofa yang dilapisi kain) yang dianggap mudah kotor. Sebenarnya masing-masing memiliki kekurangannya sendiri-sendiri. Sofa kulit mungkin memang lebih awet dan tidak mudah kotor, tetapi juga membutuhkan perawatan yang lebih saksama. Karena, jika tidak dirawat dengan baik, sofa kulit biasanya akan mengelupas atau retak-retak.

Berikut ini adalah tip perawatan dan pembersihan sofa kulit, agar sofa kesayangan Anda senantiasa bersih, terawat, dan tidak mudah rusak.

Permukaan sofa kulit perlu dibersihkan secara berkala—bisa menggosoknya dengan kain bersih yang telah dibasahi sedikit air, sehingga kotoran maupun debu dapat terangkat.

Jika sofa kulit Anda diletakkan di tempat yang agak panas, terpapar sinar matahari langsung, atau faktor lingkungan lainnya, kebanyakan bahan kulit membutuhkan pelembab agar tidak terhindar risiko retak-retak, robek, atau berubah warna.

Sebagaimana kulit Anda, kulit sofa Anda juga memerlukan perawatan, khususnya pelembab yang melindungi dari sinar matahari dan udara. Karenanya, sekali atau dua kali dalam setahun, sebaiknya sofa kulit Anda dicuci dengan sedikit sabun dan spon yang dilembabkan dengan sedikit air hangat.

Anda bisa melakukan hal serupa untuk barang lain di rumah Anda yang juga terbuat dari kulit—dari tas sampai jaket. Gunakan sabun untuk mencuci sedikit saja, cukup untuk membuat spon berbusa, karena tujuannya hanya melembabkan permukaannya. Setelah sabun mengering, bilaslah permukaan kulit dengan kain kering yang lembut.

Hindari membersihkan sofa kulit dengan menggunakan bahan pembersih kimiawi, khususnya bahan-bahan pembersih yang ditujukan untuk membersihkan perabotan rumah tangga. Penggunaan bahan kimia semacam itu akan membuat warna dan permukaan kulit sofa Anda mengalami abrasi. Sebagaimana kulit Anda, kulit sofa juga sensitif. Karenanya, bahan pembersih yang terlalu keras dan mengandung unsur kimiawi dapat menyebabkan iritasi.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: